MUSI RAWAS — Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier di Desa Sukomulyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, menuai sorotan warga dan insan pers. Kegiatan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang bersumber dari anggaran APBN Tahun 2026 ini disinyalir dikerjakan asal-jadian serta tertutup dari transparansi publik.
Berdasarkan hasil pantauan langsung tim di lapangan (titik koordinat -3.18854, 102.91713), pembangunan saluran irigasi persawahan sepanjang 201 meter yang dilaksanakan oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK) / Kelompok Tani TRI SAKTI mengindikasikan adanya dugaan pengurangan volume fisik.
Secara visual, fisik bangunan yang baru saja rampung tersebut menunjukkan ketebalan dinding yang bervariasi dan tidak merata, terutama pada struktur bagian bawah (dasar saluran). Perbedaan ketebalan fisik bangunan ini menguatkan dugaan bahwa pengerjaan di lapangan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis standar.
Selain masalah kualitas fisik, proyek ini juga diterpa isu ketiadaan papan transparansi anggaran sejak awal masa pengerjaan hingga selesai. Hal ini menimbulkan kesan tertutup terhadap besaran dana publik yang digunakan dalam proyek tersebut.
Menurut penuturan salah seorang warga setempat, pengelola fisik kegiatan tersebut diduga ditangani oleh seorang oknum Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
"Pengelola kegiatan tersebut namanya Pak Sudio, PPL di wilayah Kecamatan Terawas yang tinggal di Desa Sukomulyo ini, Pak," ungkap warga sekitar kepada media.
Sebagai bentuk pemenuhan asas keberimbangan berita, awak media telah berupaya mengonfirmasi Sudio melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait dugaan pengurangan volume serta ketiadaan papan informasi proyek. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons atau tanggapan resmi, meskipun pesan telah terkirim (bercentang dua).
Admin : Andika Saputra




